Rabu, 21 Desember 2011

aku kangen kamu

Dibalik Ketegaran seorang Ayah
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa
yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar
negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah
jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Bundanya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Bunda lebih sering menelepon untuk menanyakan
keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang
mengingatkan Bunda untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Bunda-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu
menanyakan pada Bunda tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Bunda bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas ulu roda bantunya” ,
Bunda takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru,
Bunda menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli
nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek,
Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Bunda yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat
izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan:
“Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marahpada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Bunda….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya, Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-
lagi dia HARUS menjagamu? Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi belajar dikota lain…
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan
menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Bunda dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut
matanya, dan menepuk pundakmu berkata
“Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa
merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah
belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa
pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Sampai saat seseorang datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah
untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya…. Saat Ayah melihatmu duduk bersama seseorang Lelaki yang
di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang
sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena Ayah sangat
berbahagia, kemudian Ayah berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Rabb, Ayah
berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu
dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya
yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Ayah telah menyelesaikan tugasnya….
Ayah, Ayah, Bapak, atau Abah kita… Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa
“KAMU BISA” dalam segala hal..

Jumat, 16 Desember 2011

tentang hidup

Akhirnya semua terjadi juga
Keresahan ini tak seharusnya terjadi
Seakan jurang tercipta untuk kita

Selalu kucuba menghangatkanmu
Dengan sebatang lilin ditengah badai ini
Akupun tak ingin kau meredup dan membeku
Dan lilin ini segala yang tersisa

Cuba berusaha untuk lebih mencintaiku
Aku kan mencuba hal yang sama
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kau rasakan aku juga merasakan

Bertahan sayang dengan doamu
Kucuba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk selalu disini

Cuba berusaha untuk lebih mencintaiku
Aku kan mencuba hal yang sama
Bentangkan maumu kita raih semua
Apa yang kau inginkan aku juga memimpikan

Rindulah diriku selagi punya waktu
Hargailah diriku kutau engkau mampu

cinta TIDAK akan MATI walau tanpa maTeriiiiii

gue percaya.. bahwa didunia ini masih banyak yang harus dicari seLain MATERI (UANG atau apalah)
jangan berfikir kalau materi adalah segalanya dalam kehidupan lo..baik itu dalam keluarga, temen lo, masyarakat, terlebih pacar lo,,,
emg hidup butuh materi, tapi kita juga gak bakal MATI cuma karna gak ada materi...
materi bukan segalanya....
menurut gue, hal didunia yang lebih penting adalah saling mengasihi dengan CINTA yang tulus.. bukan dengan METERI,,yang kalian fikir adalah segalanya !!!
orang tua gue bukan seorang pegawai negri, bukan sebagai pengusaha yang kaya raya, rumag gue, bukan dari beton, sebaliknya..
orang tua gue hanya sebagai buruh, rumah gue hanya terbuat dari papan yang reot...
tapi gue masih bisa makan, sekolah sampai tamat, dan gue BAHAGIA.... !!
semua itu karna orang tua gue mendidik dengan kasih dan cinta yang tulus,, bukan dengan MATERI !!
dan gue percaya.. asal kita mau usaha,, semua bisa tercapai !!! bahkan lebih dari materi

cinta gue buat orang - orang disekliling gue...ortu, temen, dan penting pacar gue..
gue gk butuh materi... tapi hanya butuh CINTA yang tulus dari kalian semua,,
walau gue tau kalian pasti ingin memberi yang terbaik buat gue...
DAN yang terbaik buat gue adalah ketika gue bisa melihat lo tersenyum bersama gue...!! selamanya

Kamis, 15 Desember 2011

sincere ^^


Aku tidak ingin seperti Brountosaurus yang penuh dengan pertimbangan,,
karna bagi ku, jika hati tlah memilih..
maka, tidak ada waktu untuk mempertimbangkan yang lain..
tapi, aku hanya ingin seperti sirius..
yang seburuk apapun keadaan ia selalu tetap ada memberi cayaha kasihnya...


only you 21.05.11